09
Dec

Jimbaran Hijau Competition

Sebuah lomba arsitektur adalah ajang bagi kami untuk mengeksplor hal baru dan menambah wawasan. Ketika  PT Jimbaran Hijau mengadakan lomba untuk mendesain sebuah pusat seni dan kebudayaan yang berlokasi di Jimbaran, Bali, kami tertantang untuk mengikuti ajang ini. Bagi kami Bali adalah sebuah pulau magis yang sangat kental dengan adat istiadat yang menjadi ciri khas dan daya tarik baik bagi turis lokal maupun internasional. Kehadiran turis internasional membawa dampak yang dapat menjadi pedang bermata dua, membawa era modern dan budaya baru namun dapat menyeret dan mengikis adat yang sudah ada di Bali.

Tantangan utama dalam desain ini adalah bagaimana mendesain sebuah arsitektur yang dapat menjembatani antara berbagai hal di jaman modern dengan adat istiadat yang suda ada turun temurun. Setelah berdiskusi dengan melakukan riset, kami menyadari bahwa dua unsur tersebut harus ada dan berdampingan dengan tidak saling meniadakan. Dengan menjadikan adat istiadat sebagai konsep dasar dan utama dalam setiap perancangan hal tersebut akan menjadi akar dalam desain dan berpikir. Kemudian kami tambahkan unsur modern yang telah disaring untuk meremajakan fasilitas yang terdesain sehingga semua kalangan akan menikmati adat istiadat yang segar dan di kemas baru.

Setelah melalui babak lembur yang sudah dianggap biasa oleh kalangan arsitek, kami pun menyelesaikan produk demi produk dalam lomba ini. Pada akhirnya kami mendapatkan kesempatan untuk terpilih sebagai pemenang pertama dalam lomba ini. Banyak hal baru dan mendalam yang kami pelajari dari lomba ini. Mulai dari adat Bali, fasilitas seni dan budaya yang beragam, serta bagaimana memunculkan konsep dalam karya arsitektur. Pada akhirnya dengan kemenangan ini, kami mensyukuri segala proses yang sudah terjadi. Segala jerih payah dan waktu yang kami curahkan. Kami mendapatkan semangat baru untuk terus mencari tantangan dan meng-eksplor berbagai hal demi kemajuan dunia arsitektur.

-la